PRODUK PAKET HEMAT

A. IKAN TONGKOL : Harga dari Rp 25.000/Kg

B. KEPITHING SOKA : Harga dari Rp 55.000/Kg

C. CUMI – CUMI : Harga dari Rp. 25.000 /Kg

CUMI-CUMI

CUMI-CUMI

D. KERANG / BUKUR : Harga dari Rp. 25.000 / Kg

KERANG  BUKUR

KERANG BUKUR

E.BANDENG : HARGA DARI RP 13.000/KG

BANDENG

BANDENG

F.TERI NASI SEGAR : harga dari : Rp 25.000/kg

TERI NASI SEGAR

TERI NASI SEGAR

G.TENGGIRI DARI HARGA : RP 25.000/KG

TENGGIRI

TENGGIRI

H.UDANG JERBUNG DARI HARGA RP 95.000/KG – Rp 120.000/Kg

UDANG JERBUNG

UDANG JERBUNG

.

I. BAWAL LAUT : Harga dari Rp 25.000

BAWAL LAUT

BAWAL LAUT

UD HASAN KETAPANG JAYA

UD HASAN KETAPANG JAYA

SELAMAT DATANG

HASIL LAUT adalah situs resm yang dikelola dari TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) Desa Ketapang Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah.

TPI Ketapang setiap hari mampu menampung dan menjual puluhan ton ikan segar baik ikan dari laut maupun ikan dari tambak.

Ikan dari laut dihasilkan oleh nelayan perahu tempel. Sampai sekarang sudah tercatat tidak kurang dari 150 – 250 Perahu Tempel yang setiap hari beroperasi dan siap mensuply ikan – ikan segar dari laut pulau Jawa. Ikan tersebut antara lain Ikan Tongkol, Bawal, ikan teri, Kakap Putih, Cumi-cumi dan kerang dan juga udang jerbung.

Ikan segar diambil dari ratusan hektar tambak nelayan di daerah setempat yang mengelilingi TPI Ketapang, Umumnya petani tambak secara rutin memelihara ikan bandeng. Karena jumlah Petani tambak ratusan orang maka nyaris setiap hari ada lelang bandeng. Dari tambak petani juga menghasilkan Kepiting yang sudah terkenal diwilayah Pemalang-Pekalongan dan sekitarnya. Disamping bandeng dan kepiting adapula petani yang menghasilkan udang.

UD HASAN KETAPANG JAYA

UD HASAN KETAPANG JAYA


Sekarang saatnya dari rumah dan dari mana saja anda berada , anda akan mudah memilih, memesan, menerima ikan segar dan menentukan cara pembayarannya.

PARTNER :

http://tukarlinktop.blogspot.com

Budidaya Udang Vaname di Air Tawar

Written by Dede Fardiansyah, S.Si
Wednesday, 30 November 2011 07:04

Udang adalah komoditas unggulan perikanan budidaya yang berprospek cerah. Udang termasuk komoditas budidaya yang sudah dikenal dan sangat diminati oleh masyarakat. Udang vaname dikenal sebagai komoditas budidaya air payau. Selama ini, udang vaname yang menjadi salah penghasil devisa Negara non migas banyak dibudidayakan di wadah tambak. Padahal sebenarnya udang vaname dapat dibudidayakan dengan menggunakan media air tawar dengan menggunakan metode tradisional ataupun semiintensif.

Udang vannamei dikenal memiliki nama ilmiah yakni Penaeus vannamei. Udang jenis ini memiliki 2 gigi pada tepi rostrum pada bagian ventral dan 8 – 9 gigi pada bagian tepi rostrum bagian dorsal. Penaeus vannamei memiliki toleransi salinitas yang lebar, yaitu dari 2 – 40 ppt, tapi akan tumbuh cepat pada salinitas yang lebih rendah, saat lingkungan dan darah isoosmotik (Wyban et al., 1991).
Kondisi udang yang dapat hidup dengan salinitas yang sangat lebar ini kemudian menjadikan beberapa pembudidaya mencoba melakukan budidaya udang vaname di air tawar melalui proses aklimatisasi dan dalam prosesnya berhasil dilakukan budidaya udang vaname pada salinitas rendah yakni pada salinitas 2 ppt.
Budidaya udang vaname di air tawar memiliki beberapa keunggulan diantaranya mengurangi risiko udang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang banyak menginfeksi udang di perairan air payau.
Harus dipahami bahwa yang dimaksud dengan air tawar disini adalah air tawar yang mengandung sedikit garam. Jadi, bukan air tawar murni seperti budidaya air tawar pada umumnya. Budidaya udang vaname dengan air tawar maksudnya air tawar yang masih mengandung kadar garam tapi sedikit dan salinitasnya mendekati kondisi air tawar yaitu 2 ppt tersebut di atas.
Menurut Sudrajat, sebenarnya budidaya udang di air tawar dengan sistem tradisional juga sudah dilakukan oleh para pembudidaya di Lamongan, Lampung dan Polman-Sulbar. Pembudidaya biasanya memanfaatkan lahan persawahan dengan menggunakan pola tanam bersama bandeng dan padi. Hasilnya cukup menggiurkan. Dari sawah seluas 1 ha yang ditanami 10 ribu benur udang windu bisa menghasilkan 1,75 kuintal udang size 35, dengan lama pemeliharaan 90 hari. Hasil tersebut masih ditambah dengan 4 kuintal bandeng dan 7 kuintal padi. Sayangnya, semua itu belum digarap secara lebih serius oleh pemerintah. Padahal prospek pengembangan budidaya udang air tawar ini cukup besar, terutama jika melihat luasnya potensi tambak-tambak air tawar yang berjarak 2-3 km dari bibir pantai dan belum termanfaatkan secara optimal (Trobos, 2008).
Kelemahan dari budidaya udang vaname di air tawar adalah kepadatan benih dan ukuran panen terbatas. Biasanya para pembudidaya air tawar hanya bisa memelihara sekitar 6,6 – 12,5 gram saja, atau sekitar size 150 – 80 ekor /kg.
Budidaya udang vaname di air tawar dibagi dalam 2 tahapan ,yaitu tahap pendederan dan tahap pembesaran. Tahap pendederan merupakan tahap penentu dari kelanjutan usaha budidaya karena langkah ini adalah proses adaptasi benur dari lingkungan yang salinitasnya tinggi ke lingkungan yang nantinya bersalinitas mendekati nol (0). Benur yang dibeli dari hatchery biasanya bersalinitas sekitar 30 promil. Benur tersebut lalu ditebar di petakan yang salinitasnya hampir sama dengan di hatchery yaitu sekitar 30 permil. Selanjutnya dilakukan penambahan air tawar pelan – pelan selama 10 sampai 14 hari, sehingga salinitasnya mendekati 0,5 ppt. Air yang dipakai untuk kucuran lebih baik jika dari petak yang air tawarnya akan digunakan untuk membesarkan udang nantinya. Harapannya adaptasi bisa lebih sempurna. Jika kolam pendederan hanya mempunyai air tawar, maka sebaiknya mendatangkan air laut. Jangan menambahkan garam untuk membuat air laut tiruan. Bisa juga menggunakan air asin dari tambak garam, kemudian air tersebut diencerkan.
Untuk tahap pembesaran, faktor penting pada budidaya air tawar adalah mempertahankan alkalinitas dan salinitas sekitar 0,5 ppt. Sehingga diharapkan penerapan pengapuran dan penambahan berkala garam krosok sangat diperlukan sekitar 200 kg per minggu. Ini untuk mengantisipasi hilangnya garam karena proses pergantian air. (Trobos, 2009)
Rata-rata udang dipelihara antara umur 50 – 90 hari dengan size 200 – 100 ekor/kg. Ada pula yang sampai size 70 ekor/ kg dengan umur antara 110 sampai 120 hari. Variasi besar kecilnya size, tonase, angka kehidupan (SR) tergantung dari mutu benur, kepadatan dan masa adaptasi serta faktor pendukung lainnya. Kepadatan 10 hingga 15 ekor/m2 memungkinkan untuk tidak memakai kincir dengan masa budidaya 75 hari. Sedangkan kepadatan 25 ekor/m2 harus sudah memakai kincir menjelang umur 25 hari. Untuk kepadatan 40 ekor/m2, kincir harus sudah operasi sejak udang berusia 7 hari. Kondisi persiapan program pakan dalam keadaan standar.(Trobos, 2009)
Beberapa kunci sukses budidaya udang vaname di air tawar adalah:
1. Prosedur aklimatisasi dan penebaran, karena biasanya benur dari hatchery bersainitas tinggi dan harus diadaptasikan ke salinitas rendah yang komposisi ioniknya berbeda
2. Lokasi tambak harus berada pada kawasan estuarine yang masih kena dampak pasang surut.Hal ini berkaitan dengan kebutuhan akan kadar ion garam yang diperlukan dalam budidaya udang vaname.
3. Benur sudah setidaknya diatas PL10, sebaiknya benur telah mempunyai cabang filamen insang yang meluas karena insang memainkan peraan penting dalam osmoregulasi udang. Kapasitas regulasi benur berkaitan dengan jumlah permukaan insang yang tersedia untuk osmoregulasi. sebelum PL 10, insang mempunyai cabang sedikit sehingga toleransinya terbatas terhadap salinitas rendah.
4. Benih udang vaname sudah diadaptasi ke salinitas rendah (tawar). Penurunan salinitas sebaiknya dilakukan mulai PL10 secara bertahap. Penurunan salinitas dapat dilakukan dengan penurunan salinitas sebanyak 1 – 2 ppt perharinya sehingga akan didapatkan ukuran tebar benih adalah sekitar PL 30-40. Benih udang yang sudah diaklimatisasi ke air tawar ini dapat di peroleh di Jepara.
5. Perhatikan kondisi kadar ion garam dan mineral di tambak/kolam yang akan dilakukan penebaran benih udang vaname. Beberapa pembudidaya mengalami kendala dalam melakukan budidaya ini karena kadar ion dan mineral yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan tidak terdapat pada sumber airnya. Beberapa solusi untuk masalah ini pembudidaya melakukan penambahan ion dan mineral yang dibutuhkan.
6. Perlu identifikasi kebutuhan nutrien/nutrisi pakan yang spesifik untuk lingkungan salinitas rendah.
7. Untuk mengurangi resiko infeksi penyakit sebaiknya dibuat system klaster sehingga penyebaran penyakit dapat lebih dikontrol.
Saat ini berkembang minat tinggi untuk memelihara species laut dan muara di air bersalinitas rendah di daerah pedalaman yang jauh dari pantai. Untuk species seperti ikan striped bass, salinitas air ditingkatkan dengan menambah garam krasak ke kolam air tawar. Di Thailand, larutan air asin bersalinitas 100-200 ppt dari penguapan air pantai yang ditambahkan di kolam air tawar untuk meningkatkan salinitas dan digunakan sebagai media untuk budidaya udang. Di beberapa tempat lain, ada yang menggunakan air tanah atau air permukaan yang mengandung salinitas yang memadai. (Claude E. Boyd, Ph.D in Global Aquaculture Advocate, Sept/Oct 2007)
Meskipun perairan ini mempunyai salinitas yang cukup, ketidaksetimbangan ion mayornya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan SR ikan dan udang. Masalah yang paling ngetop adalah kandungan konsentrasi potassium rendah. Persoalan ini dapat diatasi dengan mengaplikasikan potassium chloride untuk memberikan konsentrasi potassium hingga 10x salinitasnya. Konsentrasi magnesium dapat juga berefek negative terhadap pertumbuhan species yang dibudidaya di air bersalinitas rendah. (Claude E. Boyd, Ph.D in Global Aquaculture Advocate, Sept/Oct 2007)
Di daerah yang gersang/kering, penguapan akan mengkonsentrasikan ion-ion di air kolam inland, yang dapat membahayakan species budidaya, terutama dimana digunakan kolam yang dilapis dan secara rutin ditambahkan air untuk menggantikan berkurangnya air akibat penguapan. Saya menyadari akan situasi dimana salinitas di kolam yang dilapis di area gurun pasir bisa meningkat diatas 5.000 mg/l selama bertahun-tahun, yang mematikan ikan kakap yang dipelihara di kolam tsb. (Claude E. Boyd, Ph.D in Global Aquaculture Advocate, Sept/Oct 2007)
Beberapa species dapat dapat beradaptasi terhadap kisaran salinitas yang luas daripada yang lain. Udang laut sangat toleran terhadap salinitas yang bervariasi. contohnya, Litopenaeus vannamei dan Penaeus monodon dapat dibudidaya di perairan yang berkisar dari 1 ppt hingga lebih dari 40 ppt. Namun demikian, salinitas ekstrim sangat membuat stress, dan budidaya udang kurang bermasalah pada salinitas diatas 5 ppt dan dibawah 40 ppt. Salinitas yang ekstrim terutama menyebabkan stress jika terjadi suhu yang juga ekstrim. (Claude E. Boyd, Ph.D in Global Aquaculture Advocate, Sept/Oct 2007)
Tambak udang di muara sering mempunyai variasi salinitas musiman yang luas. Selama musim hujan, salinitas bisa turun drastis, sementara musim kemarau, salinitas bisa melebihi salinitas air lautan. Petambak udang kadang-kadang menambahkan air tawar ke kolam dekat pantai untuk menurunkan salinitas. Penarikan air tanah untuk tujuan ini tidak dianjurkan, dapat menyebabkan pengacauan air garam menjadi sumber air tawar.
Perkembangan produksi udang terutama udang vaname terganggu oleh adanya serangan penyakit sehingga beberapa sentra produksi budidaya udang vaname mengalami penurunan produksi yang berimbas pada turunnya produksi udang secara nasional. Selama empat tahun terakhir produksi udang vaname mengalami tren penurunan produksi terutama di sentra produksi udang vaname. Sentra produksi udang vaname antara lain terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Udang vaname prospek pasarnya yang sangat potensial terutama pasar ekspor. Penurunan produksi udang vaname akibat penyakit mungkin dapat di atasi dengan menggiatkan budidaya udang vaname di air tawar karena terbukti lebih tahan terhadap serangan penyakit. potensi pengembangan budidaya udang vaname di air tawar sangat terbuka lebar. Apalagi didapati informasi bahwa udang vaname dapat dipelihara di daerah di luar kawasan eustuarine sehingga hal ini semakin membuka peluang pembudidayaan udang vaname dengan media air tawar dan tidak harus dekat dengan pantai. Bahkan informasi yang didapat udang vaname dipelihara di kolam bekas budidaya ikan lele yang notabene merupakan kolam murni air tawar dan lokasinya berada di pekarangan rumah. Satu hal yang penting dalam pemeliharaan udang vaname di air tawar adalah kandungan ion dan mineral yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan udang vaname.

KEPITING GEMES

Kepiting “GEMES” merupakan salah satu olahan seafood dari kepiting. Diperkenalkan pertama kali oleh Bapak Mamo dari Pemalang. Karena olahan seafood ini sangat cocok dengan selera masyarakat Pemalang, maka dalam waktu singkat menu Kepiting Gemes menjadi salah satu primadona di Kabupaten Pemalang.

Sampai sekarang Kepiting Gemes telah mengembangkan usahanya dan membuka Cabang di Jalur Pantura Pemlang.

HARGA BANDENG TURUN

Sejak pertengahn Januari 2012 harga Bandeng Seagar dari tambak petani turun sekitr 2000 rupiah dari harga sebelumnya Rp 15.000 menjadi Rp 13.000. sampai sekarang.

Banyak Petani sempat terhenyak, karena di TPI Ketapang Pemalang ini banyak sekali Nelayan yang sementara tidak melaut, kalaupun melaut tidak sepenuhnya karena cuaca minggu terakhir ini tidak bersahabat.

Banyak pula petani tambk yang seharusnya minggu ketiga dan keempat akhir januari ini akan panen terpaksa menunda sambil menunggu harga membaik.

Sperti yang dituturkan oleh beberapa petani bahwa terpaksa untuk membeli pakn harus mengambil beberapa kilo bandeng. Istilah mereka adalah kanibal, artinya kalau ditanya pakan bandeng menghadapi harga yang turun ini mereka menjawab bandeng diberi makan bandeng juga.

Entahlah, ini sebagai permainan spekulan atau yang lain. Yang pasti para petani hanya bisa harap harap cemas. Jika sampai dua minggu ke depan harga masih sekitar Rp 13.000, maka sudah dapat dipastikan banyak petani yang mengalami kerugian atau maksimal pas pasan.

DATA KUNJUNGAN WEB BLOG

TERIMA KASIH KAMI SAMPAIKAN KEPADA PARA PENGUNJUNG YANG TELAH MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBUKA WEB BLOG KAMI.
SEMOGA KONTAK PERDANA INI AKAN MENJADI AWAL KERJASAMA YANG BAIK DAN MENGUNTUNGKAN KEDUA BELAH PIHAK.

DATA PENGUNJUNG KURUN WAKTU 20 – 24 Januari 2012

DATA

DATA

Malang, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
17:37:30 — 34 minutes ago

Yogyakarta landed on http://hasilaut.wordpress.com/
15:29:35 — 2 hours 42 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
11:40:20 — 6 hours 32 mins ago

Indonesia landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
10:35:14 — 7 hours 37 mins ago

Miami, Florida arrived on an unknown landing page.
10:15:37 — 7 hours 56 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
10:11:24 — 8 hours 1 min ago

Mountain View, California landed on http://hasilaut.wordpress.com/
08:35:00 — 9 hours 37 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
07:22:05 — 10 hours 50 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/23/mengenal-ikan-bande…
19:58:32 — 22 hours 13 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/23/mengenal-ikan-bande…
18:22:27 — 23 hours 50 mins ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
17:52:08 — 1 day ago

Tokyo landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
17:21:38 — 1 day ago

Tokyo landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
17:20:47 — 1 day ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
15:18:27 — 1 day 2 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
14:28:53 — 1 day 3 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
11:49:34 — 1 day 6 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
22:08:26 — 1 day 20 hours ago

Norway landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
20:51:04 — 1 day 21 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
18:17:24 — 1 day 23 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/kontak-kami/
16:23:33 — 2 days 1 hour ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/?blogsub=confirm…
15:25:42 — 2 days 2 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/?blogsub=confirm…
12:29:43 — 2 days 5 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/kontak-kami/
11:59:39 — 2 days 6 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
11:21:56 — 2 days 6 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
09:39:41 — 2 days 8 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
08:19:34 — 2 days 9 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
01:21:37 — 2 days 16 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
00:27:00 — 2 days 17 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
23:45:00 — 2 days 18 hours ago

Mountain View, California arrived on an unknown landing page.
22:45:35 — 2 days 19 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/19/selamat-datang/
22:31:30 — 2 days 19 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
21:33:37 — 2 days 20 hours ago

Malang, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
18:15:49 — 2 days 23 hours ago

Mountain View, California arrived on an unknown landing page.
18:12:24 — 3 days ago

Yogyakarta landed on http://hasilaut.wordpress.com/
15:15:54 — 3 days 2 hours ago

Yogyakarta landed on http://hasilaut.wordpress.com/
14:43:28 — 3 days 3 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
11:40:35 — 3 days 6 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
06:48:22 — 3 days 11 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
05:44:10 — 3 days 12 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
03:39:25 — 3 days 14 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/?preview=true&#x…
03:03:51 — 3 days 15 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
02:19:51 — 3 days 15 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
01:48:00 — 3 days 16 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/?preview=true&#x…
23:55:29 — 3 days 18 hours ago

Miami, Florida arrived on an unknown landing page.
23:26:51 — 3 days 18 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
23:24:17 — 3 days 18 hours ago

United States landed on http://hasilaut.wordpress.com/
22:44:21 — 3 days 19 hours ago

United States landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
22:43:17 — 3 days 19 hours ago

Surabaya, Jawa Timur landed on http://hasilaut.wordpress.com/
22:33:31 — 3 days 19 hours ago

Taipei, T’ai-pei landed on http://hasilaut.wordpress.com/2012/01/20/37/
22:24:00 — 3 days 19 hours ago

PETA LOKASI

UD HASAN KETAPANG JAYA terletak di Desa Ketapang Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Dari arah Pekalongan ke Pemalang (arah Jakarta) – 14 Km. Jika dari Arah Pemalang – Pekalongan = 20 Km.

Selengkapnya dapa di lihat pada Peta Lokasi di bawah ini :

1. Jalur Pantura Pekalongan Jakarta.

JALUR PANTURA MENUJU LOKASI

JALUR PANTURA MENUJU LOKASI

2. LOKASI UD HASAN KETAPANG JAYA DAN TPI KETAPANG

LOKASI UD HASAN KETAPANG JAYA

LOKASI UD HASAN KETAPANG JAYA

MENGENAL IKAN BANDENG

Bibit Bandeng Nener

Ikan Bandeng merupakan salah satu ikan konsumsi terpopuler di Idonesia. Hal ini sangat rasional sebab ikan Bandeng yang mempunyai nama Latin Chanos chanos Forsskål atau dalam bahasa Inggrisnya lebih dikenal dengan sebutan Milkfish banyak di temukan di perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan akrab dengan habitat terumbu karang di seputar pesisir.
Bibbit bandeng (
nener ) banyak didapatkan di perairan dangkal atau pesisir. Sihingga sering kita jumpai para pencari nener ini di sepanjang pantai dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana mereka mengumpulkan nener dan selanjutnya dijual ke pengepul atau agen maupun dijual langsung ke petani tambak.
Namun selaras dengan perkembangan teknologi maka sekarang bibit bandeng telah menjadi komoditas sendiri yang sangat menjanjikan. Banyak perusahaan atau perorangan yang menekuni usaha di bidang ini, dengan pembudidayaan bibit bandeng.
Secara alami jika sudah mulai membesar, nener ini akan mengikuti arus dan mencari tempat untuk mencari makan . Tempat yang paling disukai nener adalah tempat yang memiliki air payau dengan tumbuhan lumut ( Jawa: latrak
) yang cukup.

Pembesaran

Sesuai dengan habitat dan kesukaan bandeng yang termasuk golongan herbifora ini, Bandeng banyak dibudidayakan di pesisir atau sekitar pantai yang dikenal dengan tambak. Para petani tambak inilah yang membudidayakan dalam arti membesarkan bandeng dari nener hingga besar atau ukuran konsumsi.
Untuk mencapai ukuran konsumsi atau sekitar 25-30 cm nener memerlukan waktu antara 12 minggu atau lebih , hal ini sangat tergantung kepada kondisi air, lingkungan, makanan tambahan, serta kepadatan.
Ukuran bandeng sering dikenal dengan sebutan size. Jika disebut size 2 maka ukuran bandeng 1 Kg berisi 2 ekor, jika size 4 maka 1 kg berisi 4 ekor bandeng dst.

Kandungan Gizi

Komposisi gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik dikonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

Bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini bermanfaat mencegah terjadinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi risiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan sistem saraf.

Ikan-ikanan termasuk bandeng ini rendah kolesterol. Lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masyarakatnya rendah kasus penyakit jantung.

TAMBAK BANDENG

tambak

tambak


Tambak Bandeng

Sebagaimana lazimnya petani tambak di Pantura Jawa Tengah, UD Hasan Ketapang Jaya mempunyai puluhan petak tambak, yang masing-masing petak mempunyai luas dari 0,25 Ha sampai ada yang luasnya mencapai 1 Ha, yang tersebar di beberapa lokasi baik di desa sendiri maupun di desa tetangga.

Mayoritas tambak yang dimiliki oleh UD Hasan Ketapang Jaya digunakan untuk budidaya Ikan Bandeng. Adapun sebagian lainnya adalah Budidaya Kepiting Soka.

TAMBAK BANDANG

TAMBAK BANDANG


Tambak UD Hasan Ketapang Jaya merupakan tambak sendiri, sehingga mudah dalam pengelolaan, pemeliharaan serta pengawasan kualitas hasilnya, meskipun semua dilakukan dengan sederhana namun tidak meninggalkan pola dan cara budidaya tambak modern.

Disamping itu, UD Hasan Ketapang Jaya juga mengadakan perjanjian jualbeli dan pemeliharaan tambak dengan warga sekitarnya yang jumlahnya puluhan hektar.

Dari tambak tersebut UD Hasan Ketapang Jaya mampu menghasilkan puluhan Ton Ikan Bandeng Segar setiap bulannya.

TAMBAK BANDENG

TAMBAK BANDENG